Jumat, 23 November 2012

Mencoba


Ternyata tanpa kusadari, blog ini kosong melompong. Bukannya aku tak peduli. Bukannya aku tak mau mengisi. Pekerjaan yang butuh ditangani. Fasilitas di kantor lama tak mengizinkanku berbagi di sini. Fasilitas pribadi pun ku tak bisa kompromi alias lemot sekali. Pun hari libur atau sore hari warnet tak tersambangi. Ada makhluk mungil menungguku kembali. Merengkuhnya dalam pelukku. Membelainya dalam tiap nafasku.
Tapi kini, kuingin mencoba mengisi kembali. Lembaran-lembaran sunyi. Mencoba. Yah, sekedar mencoba menulis kembali. Setelah sekian lama aktivitas ini tak kuhampiri lagi. Izinkan ku mencoba menulis kembali. Hari ini. Detik ini…

~Sucofindo Building 3rd flooR~
14th Oct 2008


komennya: 
ratusitimariam wrote on Oct 17, '08
yuk! ikutan juga ah..
niwanda wrote on Oct 16, '08
Puitis euy...
akupetta wrote on Oct 13, '08
Smangat menggebrak dah!

New Entry--Kabar Pindahan

Setelah sekian lama tidak terisi, blog ini rencananya akan dibanjiri dengan postingan. Tapi postingannya cuma copas dari socmed tetangga yang migrasi jadi online market. nothing new. sekedar menguatkan memori bahwa dulu pernah nulis di media tersebut.



-Gang Bambu 23/11/2012-
*outline gimana outline*

Jumat, 14 Oktober 2011

apa artinya

apa artinya kata-kata cinta yang terucap tapi tak nyata dalam laku dan perbuatan?

apa artinya kata tanggung jawab yang nyatanya hanya penghias mulut belaka?

Rabu, 13 Juli 2011

Scary Me

selalu. aku selalu tidak mau menulis. aku takut akan apa yang aku tuliskan. aku tidak ingin tulisan yang berdasar emosi sesaat itu menambah dosa-dosaku. padahal, sangat ingin aku meluapkan semua uneg-uneg dan hal yang mengganjal di hatiku. tapi ternyata tidak bisa.

sudahlah. biarlah semua itu tetap berada dalam hatiku. tidak sehat. begitu mereka bilang. tapi biarlah. aku tidak ingin menambah dosa-dosaku. itu saja.



saat ingin meledak, tapi juga ingin lebih bersabar.
Pondok Karya, 13112011

Rabu, 29 Juni 2011

Hari Keluarga tanpa Keluarga

Hari ini 29 Juni 2011, dinyatakan sebagai Hari Keluarga. Banyak yang mempublikasikan kegiatan yang mereka lakukan dengan keluarga di hari yang bertepatan dengan libur nasional peringatan Isra Mi'raj ini. Wew, ada rasa sesak dalam hati ini. Aku iri dengan mereka. Aku iri dengan keluarga-keluarga lain itu. Aku iri. Mereka bisa membersamai anak-anak mereka, melakukan kegiatan yang menarik bersama-sama. Mempererat bonding dengan buah hati.

Sedangkan aku? Aku hanya sendiri di kontrakan kami ini. Kontrakan yang hanya sempat diisi selama kurang lebih dua pekan oleh keluarga lengkap kami. Ayah, Ibu, dan dua anak. Setelah itu, mulailah kami berpencaran kemana-mana. Ayah harus bertugas ke kota khatulistiwa. Disusul dua bulan kemudian anak-anak yang diasuh oleh mbah mereka di kampung. Dan, taraaa...tinggallah aku sendiri di sini. Begitupun dengan hari keluarga ini. Aku sendirian. Anak-anak di jogja. Si Ayah di pontianak. Indah bukan?

Harapanku sederhana. Aku hanya ingin kembali bersatu dengan keluargaku. Aku dan anak-anak ingin ikut kemanapun si Ayah bertugas. Tapi kapan ya keluarga ini akan kembali utuh?

Selasa, 29 Maret 2011

[LDL] lagi

Sudah hampir tiga bulan menjalani episode jauh dari suami. Sudah berlalu pula ujian tengah semester yang cukup menguji nyali. Dan liburan yang cuma dua pekan menyisakan pedih di hati. Kedua buah hatiku harus tinggal sementara bersama mbah mereka di kampung.

Well, selama tiga bulan, ehm, dua bulan lebih lah, menjalani rutinitas yang kadang sudah menguras emosi, pagi-pagi lagi. Tanpa khadimat, alias tidak ada yang bantu-bantu. Harus mengasuh dua anak kecil yang lucu tapi kadang gemesin itu. Kuliah di minggu terakhir sebelum ujian yang kian memadat. Dan juga tugas yang lumayan menumpuk-baik tugas kuliah, maupun tugas rumah alias kerjaan rumah-. Tapi alhamdulillah, dalam jangka waktu dua bulan lebih itu, suami bisa pulang lumayan sering. Sekitar 4 kali kalau tidak salah. Baik karena izin maupun tugas kantor.
Menjalani LDL kali ini, lebih sering nangis daripada dulu. Apalagi kalau sedang capek dan anak-anak rewel. ujung-ujungnya nangis dan marah-marah. Duh, maafkan bunda ya Nak. Kalian tau kan sebetulnya bunda sangat menyayangi kalian..
And now, here I am. Feel so lonely. nobody's around me. Hari-hari yang biasanya kuhabiskan bersama anak-anak, sekarang berubah garing. Sepi. Kangen sekali dengan mereka. Mas Zanky  dan Dek Zyra. Aku tau, mungkin ini lebih baik untuk mereka. Sementara tinggal di kampung dengan mbah, sampai kesehatan mereka pulih. Apa aku tidak khawatir meninggalkan mereka saat mereka sakit? Siapa bilang? Kuatir. Sangat. Tapi apa daya, kalaupun dipaksakan mereka disini, sementara aku harus nyambi kuliah, dan mereka dititipkan ke penitipan anak. Kasihan mereka. Lebih baik mereka sementara dengan tinggal dengan mbah, bapak n mak di kampung..
Kangen banget dengan kalian Nak..

Ya allah, Engkaulah Yang Maha Menjaga. Kutitipkan penjagaan buah hati hamba hanya pada-Mu Ya Rabb..


PondokKarya, 29 Maret 2011

Jumat, 10 Desember 2010

Man Propose God Dispose

Setelah mengalami euforia kelulusan psikotes kemarin, kami mulai merencanakan langkah-langkah yang akan kami lakukan kedepan. Mulai dari rencana kapan pindahan, urusan khadimat, day care untuk anak-anak, sampai masalah rencana 'ngutang' untuk membeli aset tetap.
Semuanya sudah ada dalam bayangan kami-aku terutama-. Harapan yang sudah terpapar di depan pandang itu begitu indahnya sehingga aku seolah lupa, bahwa i'm just human. Aku bisa merencanakan semuanya sesuka hatiku. Tapi pada akhirnya, segala realita yg harus kuhadapi memang sudah tersurat dengan apik dalam skenario-Nya. Adalah Allah yang sekarang sedang mengingatkan aku akan ke-Maha Kuasa-anNya.
Suamiku, yang semenjak menikah denganku, hanya tinggal bersama selama kurang lebih sebelas bulan (8 bulan diawal pernikahan dan 3 bulan saat kelahiran si sulung), kini harus berkelana jauh. Meninggalkan kami yang hendak menyusulnya ke kampus itu. Sedih, tentu saja. Tapi inilah realita yang harus kami hadapi dan jalani.
Teringat saat ia menuliskan sesuatu di 'dinding' akunku di suatu social network, 'Maybe this is the way to make us stronger, Beib'. Yes, we will, honey.

Duhai kota khatulistiwa, sambut hangat ia, mujahid se(p)tia yang akan menjejak di tanahmu. Menunaikan amanah menyongsong cita mulia.
Duhai Rabb Yang Maha Menjaga, jaga ia selalu,agar tetap dalam jalan-Mu yang lurus. Ampuni kesalahan dan dosa kami. Dan, persatukan kami kembali dalam sebuah bait al jannah, di dunia dan di surga-Mu..


*mencintaimu selalu mujahid septiaku..

Cilegon-Bitung via tol Merak, di dalam bus RI yang melaju membawaku ke tanah kelahiran untuk bertemu dua buah hatiku, 10 Desember 2010.