Jumat, 29 Oktober 2010

Bukan Karena Suku

Kutanam prasangka baik itu
Bahwa memang ini bukan karena suku
Bahwa memang ini hanyalah kealpaan sebagai pribadi

ataukah karena merasa jabatan tinggi?
hingga terlupa akan satu kata sakti
'terimakasih'

bukan karena ingin dipuji
tak lebih karena itu manusiawi
akan terasa senang di hati
jika insan senantiasa teringat kata sakti ini
'terimakasih'

duhai para 'petinggi'
kau tinggi karena ada kami
pegawai rendahan ini

*just say 'thankyou', 'terimakasih', 'makasih', 'thanks ya',..
itupun sudah membuat kami berseri
karena merasa dihargai

*menjelang pulang 16:54
29102010

[Euforia] Back To Campus

Subhanallahi..Walhamdulillah..Allahuakbar..!!

20102010 lalu merupakan hari yang sangat mendebarkan. Dari pagi sudah kehilangan mood untuk kerja. Ketenangan yang beberapa hari kemarin masih bisa 'diupayakan' ternyata benar-benar berada di titik nadir. Suami yang -menurut sebagian orang- berada di tempat yang 'dekat dengan sumber berita' pun tidak bisa banyak membantu. -menyebalkan malah, menurut saya-

Yup, hari itu, hari pengumuman kelulusan ujian psikotes yang akan menentukan langkah-langkah kami kedepan. Dan bagiku, pengumuman ini menentukan apakah aku akan tetap berada di kota ini bersama dengan kedua buah hatiku, ataukah kembali ke kampus membersamai suamiku yang tengah bekerja disana.

Hampir tengah hari hasil ujian itu keluar juga. Tanganku sampai gemetar saat memencet Ctrl+F dan kemudian mengetikkan namaku disana. Maha Suci Allah, Dia berkenan untuk mengabulkan do'a-do'aku..
Alhamdulillah, dalam pengumuman itu namaku tercantum sebagai salah satu peserta ujian yang lulus psikotes dan berhak kembali ke kampus untuk melaksanakan tugas belajar selama kurang lebih 2,5 tahun kedepan.

*mengenang kembali saat-saat mendebarkan itu
Kota Baja, 29 Oktober 2010
-disela2 deadline laporan BMN-

Selasa, 19 Oktober 2010

Ketenangan

Sebuah ketenangan itu memang tidak bisa dipaksakan ya..sekalipun berusaha untuk tenang, tetap saja ada yang ngganjel.
Ya Allah, kupasrahkan segalanya pada-Mu
Ikhtiar sudah kulakukan,
Hanya tawakal yang sekarang kuandalkan,


_menjelang 20102010_
*pengumumanhasilujianpsikotesd4

Jumat, 15 Oktober 2010

Malu Aku Malu

Sungguh, ingat pada kejadian yang telah lalu itu membuatku malu. Betapa banyak kekonyolan yang telah kulakukan. Mengumbar kejengkelan-kejengkelan kecil pada suami. de el el...Malu pokoknya. Lebih malu lagi pada Allah.
Astaghfirullah..





Semoga Allah mengampuni dosa-dosaku.. dan saatnya kini melangkah lagi. Dengan mengambil pelajaran dari kejadian-kejadian lampau itu menjadi the new me..

Selasa, 12 Oktober 2010

Mengapa 'Menyemai Asa'?

Saat hendak menamai blog ini, yang pertama terpikirkan adalah tentang kondisi anak-anakku. Terispirasi dari kondisi merekalah akhirnya 'Menyemai Asa' kupilih menjadi nama blog ini. Well, sebetulnya nama ini terlalu biasa. Tapi tidak bagiku.
Dua buah hatiku, amanah Allah yang dititipkan padaku, memiliki kondisi yang 'unik' menurut kaidah umum dunia per'anak'an. Sulungku yang kini berusia 2 tahun 1 bulan dan 24 hari, memiliki postur tubuh yang subur. Di usianya ini, sulungku sudah memiliki berat badan 18 kilogram, yang mana berat badan itu biasanya untuk anak usia 4 tahun atau bahkan 5 tahun. Bukan hanya itu, anak pertamaku ini belum juga bisa bicara. Hanya beberapa kata-yang mungkin tanpa makna- yang bisa ia ucapkan. "aem", "apha", "apain", "mamamama", itulah beberapa kata yang biasa diucapkannya. Untuk apapun. Tidak spesifik menunjuk pada suatu benda ataupun permintaan ataupun apa yang dilakukannya.
Sebenarnya, ada keinginanku untuk segera membawanya ke terapis wicara. Tapi sayangnya, di kota ini belum kutemukan adanya seorang terapis ataupun klilnik untuk terapi wicara. Perlu ke ibukota untuk menemukan klinik itu, yang jaraknya kurang lebih 3 jam perjalanan dari kota ini. Jadi sampai sekarang, terapi itu masih jadi sekedar 'ingin'ku.
Oke, ini dia sulungku itu..


The Next is si dedek. Anak keduaku ini imut-imut dan kecil. Tak seperti kakaknya yang berbadan subur, si dedek badannya kecil, ramping, bahkan bisa dibilang kurus. Sekarang usianya 10 bulan 11 hari. Sedang belajar berdiri. Nothing's wrong with her. Hanya saja saat tes darah, Hbnya hanya 7,4-yang normalnya di atas 10-. Ku-search kesana kemari, apa dampak Hb rendah. Hasilnya, ada kemungkinan untuk terlambat perkembangannya dan yang paling menakutkan adalah Thalassemia. Na'udzubillahi min dzalik! Semoga tidak ya Allah...
My little one..


Oleh karena hal-hal di atas. Aku ingin menyemai asa dalam diriku. Semua ini ujian dari Allah. Akan terus kusemai asa ini-prasangka baik pada Allah-Dia selalu memberi yang terbaik bagiku. I'll do the best, insyaAllah. And let Allah do the rest...