Selasa, 12 Oktober 2010

Mengapa 'Menyemai Asa'?

Saat hendak menamai blog ini, yang pertama terpikirkan adalah tentang kondisi anak-anakku. Terispirasi dari kondisi merekalah akhirnya 'Menyemai Asa' kupilih menjadi nama blog ini. Well, sebetulnya nama ini terlalu biasa. Tapi tidak bagiku.
Dua buah hatiku, amanah Allah yang dititipkan padaku, memiliki kondisi yang 'unik' menurut kaidah umum dunia per'anak'an. Sulungku yang kini berusia 2 tahun 1 bulan dan 24 hari, memiliki postur tubuh yang subur. Di usianya ini, sulungku sudah memiliki berat badan 18 kilogram, yang mana berat badan itu biasanya untuk anak usia 4 tahun atau bahkan 5 tahun. Bukan hanya itu, anak pertamaku ini belum juga bisa bicara. Hanya beberapa kata-yang mungkin tanpa makna- yang bisa ia ucapkan. "aem", "apha", "apain", "mamamama", itulah beberapa kata yang biasa diucapkannya. Untuk apapun. Tidak spesifik menunjuk pada suatu benda ataupun permintaan ataupun apa yang dilakukannya.
Sebenarnya, ada keinginanku untuk segera membawanya ke terapis wicara. Tapi sayangnya, di kota ini belum kutemukan adanya seorang terapis ataupun klilnik untuk terapi wicara. Perlu ke ibukota untuk menemukan klinik itu, yang jaraknya kurang lebih 3 jam perjalanan dari kota ini. Jadi sampai sekarang, terapi itu masih jadi sekedar 'ingin'ku.
Oke, ini dia sulungku itu..


The Next is si dedek. Anak keduaku ini imut-imut dan kecil. Tak seperti kakaknya yang berbadan subur, si dedek badannya kecil, ramping, bahkan bisa dibilang kurus. Sekarang usianya 10 bulan 11 hari. Sedang belajar berdiri. Nothing's wrong with her. Hanya saja saat tes darah, Hbnya hanya 7,4-yang normalnya di atas 10-. Ku-search kesana kemari, apa dampak Hb rendah. Hasilnya, ada kemungkinan untuk terlambat perkembangannya dan yang paling menakutkan adalah Thalassemia. Na'udzubillahi min dzalik! Semoga tidak ya Allah...
My little one..


Oleh karena hal-hal di atas. Aku ingin menyemai asa dalam diriku. Semua ini ujian dari Allah. Akan terus kusemai asa ini-prasangka baik pada Allah-Dia selalu memberi yang terbaik bagiku. I'll do the best, insyaAllah. And let Allah do the rest...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar